Infertilitas Wanita

Endometriosis dan Kesuburan: Menghadapi Hambatan Pembuahan

HagiaMed Research Team
Tim Riset HagiaMed
17 Juni 2026 · 7 menit baca
Endometriosis dan Kesuburan: Menghadapi Hambatan Pembuahan

Endometriosis adalah kondisi di mana jaringan mirip lapisan rahim (endometrium — lapisan dalam dinding rahim yang normalnya luruh saat menstruasi) tumbuh di luar rahim. Jaringan ini dapat ditemukan pada ovarium (indung telur), tuba falopi (saluran yang menghubungkan ovarium dengan rahim dan menjadi jalur perjalanan sel telur), atau organ panggul lainnya.

Diperkirakan 30–50% wanita dengan kesulitan hamil juga memiliki endometriosis. Banyak yang baru mengetahui kondisi ini justru saat sedang mencari tahu penyebab infertilitas, karena tidak semua penderita mengalami gejala yang jelas.

Pengaruh terhadap Kesuburan

  • Endometriosis dapat menimbulkan adhesi — perlengketan jaringan akibat peradangan yang membuat organ-organ di panggul saling menempel. Kondisi ini menyulitkan pelepasan sel telur (ovum) dan dapat mengganggu fungsi tuba falopi sehingga perjalanan sel telur menuju rahim terhambat.
  • American Society for Reproductive Medicine (ASRM) melaporkan bahwa wanita dengan infertilitas 6–8 kali lebih mungkin memiliki endometriosis dibandingkan wanita subur. Meskipun hubungan sebab-akibatnya tidak selalu langsung, endometriosis tetap menjadi salah satu faktor yang perlu dievaluasi sejak awal.
  • Tingkat pengaruh endometriosis terhadap kesuburan bervariasi — tergantung seberapa luas jaringan yang tumbuh, di mana lokasinya, dan apakah ada komplikasi seperti kista atau adhesi yang signifikan.

Diagnosis

  • Diagnosis pasti endometriosis biasanya memerlukan laparoskopi (prosedur bedah minimal invasif — dokter memasukkan kamera kecil melalui sayatan kecil di perut untuk melihat langsung jaringan abnormal di dalam rongga panggul).
  • USG dapat mendeteksi kista endometriosis (endometrioma — kantung berisi darah lama yang terbentuk di ovarium akibat endometriosis), tetapi endometriosis ringan sering hanya terlihat saat laparoskopi dilakukan.

Penanganan

  • Tujuan utama penanganan adalah memperbaiki anatomi panggul (struktur dan posisi normal organ-organ di dalam rongga panggul). Pada endometriosis stadium sedang hingga berat — yaitu yang sudah menyebabkan adhesi luas atau kista berukuran besar — laparoskopi untuk mengangkat jaringan endometriosis dapat meningkatkan peluang hamil.
  • Terapi hormon seperti kontrasepsi hormonal atau agonis GnRH (obat yang menekan hormon reproduksi untuk menghentikan pertumbuhan endometriosis sementara) efektif mengurangi gejala nyeri, tetapi tidak meningkatkan peluang hamil dan justru menunda program kehamilan selama digunakan.
  • Jika kehamilan ingin dicapai lebih cepat, IVF & ICSI sering menjadi pilihan terbaik — terutama bila faktor lain seperti usia atau cadangan ovarium juga perlu dipertimbangkan.
  • Momart IVF memiliki pengalaman menangani pasien dengan endometriosis dan menyusun program fertilitas yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien, termasuk bagi pasangan dari Indonesia.

Disclaimer: Informasi ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan evaluasi dokter. Keputusan diagnosis dan terapi harus disesuaikan dengan hasil pemeriksaan Anda dan pasangan.

dr. Mona Rizky Oktavia
Ditinjau secara medis oleh:
dr. Mona Rizky Oktavia
Dokter Umum

Konsultasi Gratis HagiaMed

Konsultasi awal gratis 30 menit bersama spesialis kami, tanpa biaya dan tanpa komitmen.

Konsultasi Awal Gratis

Artikel Terkait

PCOS dan Kehamilan: Tantangan Kesuburan Wanita
Infertilitas Wanita

PCOS dan Kehamilan: Tantangan Kesuburan Wanita

18 Juni 2026 6 menit baca
Penyebab Infertilitas Wanita: Gangguan Ovulasi, Tuba Falopi, Endometriosis
Infertilitas Wanita

Penyebab Infertilitas Wanita: Gangguan Ovulasi, Tuba Falopi, Endometriosis

19 Juni 2026 7 menit baca