Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah HagiaMed melakukan IVF di Indonesia?
Tidak. Kami adalah referral resmi ke Momart IVF, Istanbul – Turkey.
Apakah infertilitas pria juga bisa ditangani?
Ya. Termasuk kasus azoospermia, oligospermia, sperma lemah, varikokel, maupun gangguan hormonal.
Apakah infertilitas wanita juga ditangani?
Ya. Termasuk PCOS, endometriosis, gangguan ovulasi, kualitas sel telur menurun, serta masalah rahim & tuba falopi.
Bagaimana tingkat keberhasilan IVF di Momart IVF?
Tingkat keberhasilan lebih tinggi dibanding rata-rata Asia Tenggara:
- Usia <35 tahun: 55–65%
- Usia 35–40: 45–55%
- Usia >40: 20–30%
Apakah pasien perlu pemeriksaan awal di Indonesia?
Ya. Pemeriksaan awal penting dilakukan sebelum keberangkatan untuk memastikan kondisi medis pasien sudah terdeteksi sejak awal.
Pemeriksaan yang biasanya dilakukan:
- Analisis sperma untuk pasien pria
- Tes hormon untuk menilai kesuburan pria & wanita
- USG rahim/ovarium untuk pasien wanita
HagiaMed bekerja sama dengan laboratorium ternama di Indonesia, sehingga hasil pemeriksaan lebih akurat, terpercaya, dan dapat langsung digunakan oleh tim medis di Momart IVF, Istanbul.
Bagaimana dengan bahasa di Turki?
Momart IVF terbiasa menangani pasien internasional. Tim kami juga mendampingi untuk memastikan komunikasi pasien tetap lancar.
Apakah ada pendampingan perjalanan?
Ya. HagiaMed bisa mendampingi dari persiapan dokumen, pengaturan jadwal, akomodasi, hingga follow-up setelah kembali ke Indonesia.
Bagaimana privasi pasien dijaga?
Semua data pasien dijamin rahasia, hanya dibagikan kepada tim medis terkait dengan persetujuan pasien.
Apakah ada batasan usia untuk IVF?
Tidak ada batasan resmi, tetapi secara medis:
- Hasil terbaik biasanya di bawah 40 tahun.
- Pasien di atas 40 tetap bisa, namun dengan peluang lebih rendah (20–30%).
Apakah bisa menyimpan embrio, sperma, atau sel telur?
Ya. Momart IVF menyediakan layanan fertility preservation (pembekuan embrio, sperma, atau sel telur) untuk pasien yang ingin menunda kehamilan.